Coaching hari kedua (6/10) diawali dengan do'a bersama yang dipimpin oleh Tukijo (DRB 2017) dan dimoderatori oleh Indro Wiryono (Pusdatin).
Pada hari kedua ini agendanya adalah curah ide atau pengalaman dari peserta pembaTIK Level 4. Peserta diminta untuk menyampaikan Rencana Tindak Lanjut, progress dari tugas-tugasnya, serta kendala yang dialami.
Apa yang disampaikan peserta mulai dari rencana tindak lanjut dan progress dari tugas-tugasnya bisa menjadi sumber
ide dan motivasi bagi peserta lain untuk menyelesaikan tugas. Banyak pengalaman yang bisa diambil dan dicontoh ketika mendengarkan pengalaman dari peserta pembaTIK level 4 ini. Indro Wiryono (pusdatin) juga selalu memberikan ide dan motivasi setiap kali peserta menyampaikan kendala-kendala yang dialami pada kolom chat.
Banyak peserta yang sudah melaksanakan sosialisasi baik tatap muka maupun tatap maya, dan bahkan ada beberapa yang sudah mendapaktkan izin dari dinas pendidikan setempat. Namun banyak juga yang belum melaksanakan sosialisasi karena terkendala izin karena masih pandemi dan sulit untuk memperoleh room konferensi video premium.
Fakhrudin Sujarwo (DRB 2018) berpesan kepada peserta pembaTik level 4:
1. Sosialisasi bisa dimulai dari sekolah kemudian beranjak ke level yang lebih tinggi dan memanfaatkan organisasi profesi
2. Pastikan inovasi pembelajaran yang dibagikan ada relevansinya dengan rumah belajar dan dengan pendidikan
3. Harus paham seluk beluk rumah belajar, kuasai betul fitur-fitur dalam rumah belajar, dan harus solutif
4. Jadikan berbagi ini sebagai ladang amal
Indro Wiryono (pusdatin) pun membuat tagline atas pesan yang disampaikan oleh Fakhrudin Sujarwo tentang menjadikan berbagi ini sebagai ladang amal yaitu "Non Rupiah untuk Jariyah". Tagline tersebut semakin memotivasi Rosyidah untuk berbagi dengan ikhlas bukan semata karena tugas.
Sedikit yang kita bagi, bisa berarti besar untuk orang lain
Merdeka belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia
0 Komentar