Coaching PembaTIK level 4 (hari pertama) Filosofi Rumah Makan

Coaching Sahabat Rumah Belajar PembaTIK level 4 tahun 2020 dimulai pada hari Senin (5/10). Pembukaan coaching dilakukan oleh plt Kepala Pusdatin Hasan Chabibie. Beliau sangat optimis ditengah lesunya semua titik karena pandemi, dunia pendidikan masih bisa bercahaya dan masih bisa memberikan yang terbaik terlepas dari semua kritikan, saran, dan masukan dari masyarakat, namun pembelajaran masih tetap bisa berjalan. 

Pemaparan dilanjutkan oleh Subijanto dari BPMTPK tentang pemanfaatan video pembelajaran. Beliau memaparkan tentang tugas serta fungsi dari BPMTPK. 

Materi berikutnya dilanjutkan per provinsi. Untuk provinsi Jawa Tengah di moderatori oleh Indro Wiryono dari Pusdatin.

Pemaparan materi pertama disampaikan oleh Kiamina dari BPTIK Dikbud Jawa Tengah tentang Implementasi Pemanfaatan TIK. Beliau menjelaskan dampak dari covid-19 sangat luar biasa termasuk pada dunia pendidikan, sehingga harus diterapkan pembelajaran jarak jauh karena tidak memungkinkan Pembelajaran tatap muka. Beliau juga menjelaskan tentang permasalahan-permasalahan dan hambatan-hambatan pembelajaran jarak jauh. 

Untuk menunjang pembelajaran jarak jauh beliau menginformasikan bahwa dinas pendidikan dan Kebudayaan tingkat Provinsi Jawa Tengah  memiliki empat belas aplikasi yang bisa diakses menggunakan kuota bantuan dari pemerintah. Salah satu upaya pembelajaran yang sedang dipersiapkan oleh dinas adalah Uji Coba KBM tatap muka untuk persiapan pembelajaran di masa new normal. Dampak industry 4.0 didunia pendidikan adalah pemanfaatan teknologi digital. Peran guru adalah membentuk karakter anak bangsa. Guru dituntut untuk memiliki kompetensi tinggi untuk menghasilkan peserta didik yang mampu menjawab tantangan industri 4.0.

Pesan dari Fahkhrudin Sujarwo (DRB 2018) adalah bahwa seorang guru harus bisa membentuk personal branding-nya. Apa yang bisa kita tonjolkan, apa yang bisa membuat kita tampak unik di mata orang lain sehingga kita bisa berbeda dengan guru-guru lain. Dalam bermedia sosial, sebagai guru, apalagi sebagai sahabat rumah belajar, kita harus bisa menjaga pola komunikasi kita. Apa yang kita tulis, apa yang kita share harus benar-benar bermanfaat, bermakna dan menunjukkan brand kita. Sebelum menulis harus benar-benar kita pikirkan. Ke depannya pasti akan ada banyak tantangan, sehingga guru pun perlu belajar troubleshooting untuk bisa memecahkan masalah. Trial and error kadang memang perlu. DRB mungkin tidak tahu semuanya, tetapi google dan youtube bisa menjadi solusi.

Pemaparan materi selanjutnya adalah dari Drs.Harmanto, M.Si selaku Kepala LPMP Propinsi Jawa Tengah. Beliau meyamapaikan motivasi kepada SRB Jawa Tengah terkait kegiatan PembaTIK level 4 tahun 2020. Beliau berpesan bahwa penguasaan materi dan konsistensi adalah kunci keberhasilan pembelajaran. Guru harus bisa menjadi idola bagi peserta didiknya, walaupun untuk saat pandemi ini masih ada guru yang sangat jarang bertemu dengan siswanya. Guru adalah "dalang" harus paham akan lakonnya. Guru harus bisa mencari solusi dari masalah-masalah yang ada di lapangan “Be the best”. 

Menurut Harmanto, Mengajar itu adalah bagian dari seni, tidak semua orang bisa menikmati seni, tetapi pada akhirnya akan bisa menikmati.  Beda guru beda cara dan beda pula hasilnya. Warteg akan mengalahkan Rumah Makan Padang yang terkenal, warteg sudah masuk mall dan warteg akan di-franchise-kan. Warteg punya keunggulan murah dan banyakcara yang digunakan harus berbeda dengan cara RM Padang, harus dikemas secara berbeda, tata letak, menu, dan higienis. Warteg tidak akan mendapatkan nilai yang lebih kalau menggunkan cara yang biasa-biasa saja.

Harmanto juga memberikan trik agar siswa bisa mengidolakan guru meskipun belum pernah ketemu, yaitu dengan  membuat siswa tertarik dengan apa yang kita lakukan supaya pesan yang kita sampaikan bisa mengena kapada siswa. Tidak perlu melihat siapa yang berperan dan apa perannya. Siswa sangat menantikan langsung bertemu dengan gurunya, menantikan suara dari gurunya, siswa lebih percaya dengan gurunya dari pada dengan orang lain, bahkan mungkin kepada orang tuanya sendiri.

Beliau juga memaparkan tentang Portal  Rumah Belajar yang bisa digunakan sebagai pengendali mutu pendidikan di satuan pendidikan. 


1.   Satu lagi pesan beliau kepada  SRB Jawa Tengah, bahwa sekolah menanti kontribusi kita, Jadi DRB atau tidak, tidak masalah, yang penting adalah kontribusi nyatanya.



2.     Sedikit yang kita bagi, bisa berarti besar untuk orang lain   

    Merdeka belajarnya, Rumah Belajar PortalnyaMaju Indonesia 

Posting Komentar

0 Komentar